MENGENAL DOSIS OBAT

Mungkin sebagian dari kita sudah tidak asing dengan istilah dosis ini. Dosis bisa diartikan dengan jumlah obat yang harus digunakan dan dinyatakan dalam satuan tertentu. Satuan yang paling banyak digunakan adalah milligram (mg), satuan yang lain bisa microgram, internasional unit ( IU ) untuk vitamin, dan lain sebagainya. Contoh : bagi orang dewasa dosis lazim dari obat penurun panas/ penghilang sakit parasetamol adalah 500 mg. Contoh lain adalah digoksin, salah satu obat jantung, dosisnya hanya 0,5 mg. Beda obat beda pula dosisnya. Besarnya dosis suatu obat didapatkan dari hasil penelitian yang tidak singkat.

 

Dalam dunia kedokteran dan farmasi dikenal istilah beberapa jenis dosis, yaitu :

  • Dosis lazim yaitu jumlah dosis acuan pemakaian obat. Dosis ini akan memberikan khasiat sesuai dengan yang diharapkan
  • Dosis maksimal yaitu dosis terbesar yang masih bisa digunakan oleh seorang pasien baik dalam setiap kali pemakaian ataupun setiap harinya.
  • Dosis toksik/ racun yaitu dosis obat yang melampui dosis maksimalnya. Seperti kita ketahui bahwa dalam dunia pengobatan beda antara obat dan racun hanya terletak pada jumlah dosisnya.

Jika obat digunakan dibawah dosis lazimnya, maka suatu obat tidak akan cukup memberikan khasiat sedangkan apabila dosis yang diberikan melebihi dosis maksimalnya maka efek racun dari suatu obat akan terjadi pada penggunanya.

 

Ketepatan jumlah dosis menjadi salah satu bagian yang paling penting dalam memperoleh khasiat dari obat tersebut. Informasi mengenai dosis obat dapat diperoleh dari etiket atau brosur yang disertakan pada suatu produk obat atau dengan menanyakannya pada apoteker anda. Penggunaan dosis dibawah dosis lazim sering terjadi tanpa kita sadari. Kejadian yang paling sering adalah saat kita menggunakan obat dalam bentuk sirup dengan menggunakan sendok makan yang ada di rumah. Perlu diketahui bahwa sendok rumah tidak memiliki ukuran volume yang standar. Suatu ketika saya pernah mengukur tiga jenis sendok makan yang ada di rumah, hasilnya volume ketiga sendok tersebut berbeda, yakni antara 7 sampai 10 mililiter. Padahal ketika di etiket obat dikatakan satu sendok makan, maka itu artinya setara/sama dengan 15 mililiter. Sehingga tindakan yang paling tepat ketika kita menggunakan obat dalam bentuk sirup adalah mengukurnya dengan menggunakan sendok takar obat, bukan sendok makan atau sendok the yang ada di rumah.

 

Keracunan obat bisa terjadi karena dosis yang diminum melebihi dosis anjuran. Misalnya karena merasa ingin cepat sembuh, dosis obat yang seharusnya satu tablet diminum menjadi 2 tablet. Untuk obat-obat tertentu tindakan ini mungkin tidak menimbulkan masalah karena mungkin saja dosis tersebut masih berada di bawah dosis maksimalnya. Tetapi untuk obat lain, akibatnya bisa sangat fatal. Karena di dunia kedokteran dan farmasi dikenal obat yang memiliki indeks terapi sempit. Artinya peningkatan dosis sedikit saja dari obat bisa berefek racun.

Ingin benar menggunakan obat ? Bicarakan dengan Apoteker Anda

Dapatkan yang terbaik dari obat anda

Pernahkah anda pergi ke apotek untuk menebus obat dan meninggalkan apotek tersebut tanpa mengerti bagaimana menggunakan obat-obat tersebut dengan benar?

Pernahkah anda berputar-putar di sekililing rak-rak apotek, membaca seluruh petunjuk yang ada di setiap kemasan obat dan masih merasa tidak yakin apakah anda membeli obat yang benar untuk mengatasi keluhan yang sedang anda alami?

Apoteker anda secara rutin memberikan informasi mengenai obat anda, tetapi terkadang anda harus meminta kepada mereka tentang saran atau penjelasan yang lebih mendalam tentang obat tersebut. Jangan pernah tinggalkan apotek sampai anda benar-benar  mendapatkan jawaban dari semua pertanyaan yang ada di benak anda. Apoteker adalah ahli dalam bidang obat dan akan membantu anda untuk memperoleh manfaat yang terbaik dari obat anda.

Mengambil tanggung jawab

Menggunakan obat dengan benar sangat penting, jika tidak anda mungkin akan mendapatkan resiko  dengan kesehatan anda. Laporan dari negara-negara yang sudah maju dalam bidang kesehatannya seperti Amerika Serikat dan Kanada, tiap tahun banyak orang yang kehilangan waktu bekerja, berakhir di rumah sakit atau bahkan meninggal karena mereka tidak menggunakan obatnya dengan cara yang benar, melewatkan dosis atau tidak menghabisakan obat yang telah diberikan. Biaya yang ditimbulkan akibat kesalahan ini sangat tinggi.

Penting bagi anda mengambil tanggung jawab terhadap masalah pengobatan anda dengan mempelajari tentang kondisi anda dan bagaimana meenggunakan obat dengan benar sehingga anda mendapatkan hasil yang terbaik darinya.

Apoteker anda memiliki jawaban

Baik  anda sedang menebus obat yang ada di resep atau obat yang dapat dibeli bebas di swalayan farmasi untuk mengobati penyakit yang sedang anda derita, jangan pernah meninggalkan apotek sebelum anda mengetahui jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang ada dalam benak anda. Pertanyaan tersebut bisa seperti berikut ini :

  • Kenapa saya harus mengkonsumsi obat ini ?
  • Bagaimana cara saya menggunakannya ?
  • Bagaimana cara saya mengetahui kalau obat tersebut bekerja ?
  • Kapan saya akan merasa baikan ?
  • Efek samping apa yang mungkin saya alami? Apa yang seharusnya saya lakukan ?
  • Kapan saya harus ke dokter ?
  • Apa yang harus saya lakukan jika saya lupa minum obat ?
  • Dimana saya harus menyimpan obat saya?
  • Makanan, alcohol atau obat lain apa yang harus saya hindari saat menggunakan obat ini?
  • Bagaimana cara saya mengingat waktu minum obat?
  • Akankan obat ini membuat saya pusing?
  • Dapatkah saya menggunakan obat ini jika saya hamil atau menyusui?
  • Saya sedang menggunakan tiga obat lain, bolehkah saya menggunakannya secara bersamaan ?
  • Apakah 4 kali sehari sama dengan sekali tiap 6 jam?
  • Adakah obat lain yang lebih murah yang bisa saya gunakan?
  • Apakah saya menggunakan inhaler dengan benar?
  • Dapatkah saya memperoleh obat saya dalam wadah yang lebih mudah untuk dibuka?
  • Adakah obat lain yang bisa saya gunakan sehingga mempemudah saya menelannya?
  • Obat bebas mana yang paling sesuai untuk mengatasi masalah kesehatan saya?
  • Which is the best nonprescription medicine for my symptoms?

Jalin hubungan dengan apoteker anda

Selalu kunjungi apotek yang sama sehingga catatan tentang pengobatan anda berada pada satu tempat. Semakin baik apoteker mengenal anda, semakin bia ia bisa membantu anda damal membuat  pilihat terbaik terhadap masalah pengobatan anda.

Apoteker anda adalah

  • Orang yang ahli dalam pengobatan anda
  • Memantau terapi pengobatan anda
  • Mengecek resep anda untuk memastikan ketepatan obat, dosis dan instruksi/petunjuk yang terbaik bagi anda
  • Memberikan saran terhadap cara menghilangkan keluhan-keluhan anda tanpa menggunakan obat
  • Membantu anda memilih obat-obat bebas atau produk kesehatan lainnya
  • Memberikan saran dan informasi tentang masalah-masalah kesehatan yang lebih luas
  • Menyimpan rekaman komputer dari obat-obat yang sedang anda gunakan

Apoteker adalah tenaga professional kesehatan yang memiliki izin dengan telah menempuh pendidikan dan pelatihan selama paling sedikit 5 tahun di universitas. Apoteker adalah sumber ahli bagi anda, dokter, perawat dan profesi kesehatan lainnya.  Apoteker bisa bekerja di tempat-tempat berikut : apotek/ toko obat, rumah sakit, universitas, perusahaan farmasi, pemerintahan, organisasi

Ada beribu-ribu obat yang beredar di pasaran. Apoteker adalah profesi yang mengikuti perkembangan terbaru dari obat-obatan.

MINUM OBAT ??? HATI-HATI DENGAN JUS GRAPEFRUIT

Yang namanya minum satu atau beberapa gelas jus grapefruit tentunya enak dan menyegarkan, disamping tentu saja menyehatkan. Kandungan gizi yang ada pada jus buah seperti vitamin maupun mineral sangat diperlukan oleh tubuh kita. Grapefruit jus barangkali tidak terlalu umum dikonsumsi oleh masyarakat kita. Buah yang termasuk ke dalam jenis jeruk ini memang merupakan buah daerah subtropis. Seiring dengan perkembangan dunia yang semakin tanpa batas, buah ini tentunya juga bisa kita temukan di negeri kita. Berikut gambar buah grapefruit tersebut.

 

Buah ini menjadi perhatian di bidang pengobatan karena dari hasil penelitian diketahui bahwa minuman jus yang diperoleh dari perasan buah ini bisa mempengaruhi efek dari suatu obat. Dengan kata lain obat dan jus grapefruit apabila digunakan secara bersamaan bisa berinteraksi. Cukup banyak obat yang telah diketahui berinteraksi dengan jus grapefruit. Beberapa contoh dari interaksi tersebut adalah sebagai berikut :

  • interaksi yang bermakna : artinya ketika jus grapefruit diminum bersamaan atau berdekatan dengan obat, efek obat bisa menjadi sangat meningkat atau sangat menurun. Sangat meningkat berarti efek obat bisa mencapai dosis toksik atau dosis racunnya sehingga efek samping obat dan efek toksisnyapun meningkat. Sangat menurun berarti obat bisa saja menjadi tidak berkhasiat ( sia-sia minum obat tersebut ). Pada kondisi ini maka konsumsi obat dan jus secara bersamaan atau berdekatan harus dihindari. Contoh obat-obatnya adalah obat hipertensi ( amlodipin, amlodipin, felodipin, nifedipin, ) , obat kolesterol ( atorvastatin, lovastatin, simvastatin ), obat antidepresi ( karbamazepin ), antibiotik ( siklosporin )
  • Interaksi yang tidak bermakna : artinya dari hasil penelitian, jus tersebut dapat mempengaruhi efek suatu obat tetapi dampaknya terhadap khasiat obat tidak cukup berarti. Pemakaian jus dan obat secara bersamaan tidak menimbulkan masalah. Contoh obatnya adalah obat lambung ( lansoprazol, omeprazol ), obat hipertensi ( losartan ), dll
  • Tidak berinteraksi sama sekali.

Mengingat potensi interaksi jus ini terhadap obat, maka langkah terbaik bagi pengguna obat agar khasiat dari obat yang sedang digunakan sesuai dengan yang diharapkan adalah mencari informasi tentang kemungkinan interaksi obat tersebut dengan jus grapefruit.

 

SIAPKAN KOTAK OBAT DI RUMAH ANDA

MENYIMPAN OBAT ANDA DENGAN AMAN

  • Simpan semua obat jauh dari anak-anak ( jauh dari penglihatan dan jangkauan )
  • Kotak obat dalam kamar mandi adalah tempat yang paling buruk untuk menyimpan obat-obat anda. Ia bisa menjadi hangat dan lembab
  • Simpan obat obat anda di tempat yang dingin dan jauh dari panas dan cahaya matahari langsung ( seperti sebuah kotak yang bisa dikunci dan tinggi di atas rak atau dinding )
  • Menyimpan obat di lemari es hanya jika diinformasikan pada label obat
  • Simpan obat anda di kemasan aslinya dan pastikan penutupnya tertutup rapat.
  • Jangan menyimpan obat dengan makanan atau barang-barang rumah tangga lainnya.

 KOTAK OBAT ANDA

 Obat-obat dasar yang harus anda miliki di rumah adalah :

  • Obat-obat resep ( yang ditulis oleh dokter ) yang sedang anda gunakan
  • Pereda nyeri dan penurun panas ( parasetamol, jika anda memiliki anak – jangan berikan aspirin kepada mereka kecuali diresepkan oleh dokter )
  • Obat-obat non resep yang sedang anda gunakan
  • Thermometer
  • Sendok obat atau oral liquid syringe – sejenis alat suntik tanpa jarum ( sendok rumah tangga biasa tidak cukup akurat )
  • P3K ( seperti perban, antiseptic untuk pembersih luka )
  • Sunscreen/ tabir surya ( 15 SPF atau lebih )

 BERSIHKAN KOTAK OBAT ANDA

  •   Bersihkan kotak obat anda secara berkala, misalnya tiap akhir tahun
  • Jangan gunakan obat-obat yang sudah lama karena  obat-obat ini mungkin sudah tidak berkhasiat lagi, atau mungkin juga membahayakan kesehatan anda
  • Periksa seluruh obat yang ada di rumah anda dan buang obat-obat yang berikut ini :
  • Obat-obat resep yang sudah lama dan sudah tidak anda gunakan lagi
  • Obat-obat non resep yang sudah tua atau telah kadaluarsa termasuk obat batuk/ flue, obat nyeri, P3K, vitamin dan produk herbal.
  • Obat-obat yang sudah tidak lagi berada di kemasan aslinya atau yang memiliki label yang sudah bisa dibaca lagi
  • Obat-obat yang telah berubah warna, bau atau rasa.

 MENYINGKIRKAN OBAT DENGAN AMAN

  •  Bawa seluruh obat yang tidak bisa digunakan yang telah anda sisihkan ke apotek anda untuk pembuangan yang aman.
  • Jika anda tidak tahu jika suatu obat masih baik, tanyakan kepada apoteker anda
  • Jangan buang obat ke tong sampah – anak-anak atau hewan bisa saja mengambilnya.
  • Jangan buang obat ke toilet, tidak baik bagi lingkungan.

MEMAHAMI INTERAKSI OBAT DAN MAKANAN

Apa itu interaksi Obat-Makanan?

Tiap saat ketika suatu makanan atau minuman mengubah efek suatu obat, perubahan tersebut dianggap sebagai interaksi obat-makanan. Interaksi seperti itu bisa terjadi. Tetapi tidak semua obat dipengaruhi oleh makanan, dan beberapa obat hanya dipengaruhi oleh makanan-makanan tertentu. Interaksi obat-makanan dapat terjadi dengan obat-obat yang diresepkan, obat yang dibeli bebas, produk herbal, dan suplemen diet. Meskipun beberapa interaksi mungkin berbahaya atau bahkan fatal pada kasus yang langka, interaksi yang lain bisa bermanfaat dan umumnya tidak akan menyebabkan perubahan yang berarti terhadap kesehatan anda.

Bagaimana makanan dan obat berinteraksi?

Makanan dan obat dapat berinteraksi dalam banyak cara yang berbeda. Sering, zat tertentu di dalam makanan memberikan efek. Perubahan-perubahan lain dapat disebabkan oleh jumlah protein dalam diet anda, atau bahkan cara makanan tersebut disiapkan. Salah satu cara yang paling umum makanan mempengaruhi efek obat adalah dengan mengubah cara obat-obat tersebut diuraikan ( dimetabolisme ) oleh tubuh anda. Jenis protein yang disebut enzim, memetabolisme banyak obat. Beberapa makanan dapat membuat enzim-enzim ini bekerja lebih cepat atau lebih lambat, baik dengan memperpendek atau memperpanjang waktu yang dilalui obat di dalam tubuh. Jika makanan mempercepat enzim, obat akan lebih singkat berada di dalam tubuh dan dapat menjadi kurang efekteif. Jika makanan memperlambat enzim, obat akan berada lebih lama dalam tubuh dan dapat menyebabkan efek samping yang tidak dikehendaki.

 Apa saja interaksi Makanan dan Obat yang umum terjadi?

Makanan yang mengandung zat Tyramine ( seperti bir, anggur, alpukat, beberapa jenis keju, dan berbagai daging olahan ) memperlambat kerja enzim yang memetabolisme obat penghambat MAO ( sejenis obat antidepresi ) dan dapat menyebabkan efek yang berbahaya、termasuk tekanan darah tinggi yang serius. Beberapa jenis makanan dapat mencegah obat-obat tertentu untuk diserap ke dalam darah setelah ditelan, dan yang lain sebaliknya dapat meningkatkan penyerapan obat. Contohnya, jika anda meminum segelas susu ketika menggunakan obat antibiotik tetrasiklin, calcium yang ada dalam susu akan mengikat tertrasiklin, membentuk senyawa yang tidak mungkin dapat diserap oleh tubuh ke dalam darah. Sehingga efek yang diharapkan dari obat tetrasiklin tidak akan terjadi. Di sisi lain, meminum segelas jus citrus bersamaan dengan suplemen yang mengandung zat besi akan sangat bermanfaat karena vitamin C yang ada dalam jus akan meningkatkan penyerapan zat besi. Akhirnya, beberapa makanan benar-benar bisa mengganggu efek yang diinginkan dari obat. Contohnya, orang yang menggunakan obat pengencer darah warfarin seharusnya tidak mengkonsumsi secara bersamaan makanan yang banyak mengandung vitamin K seperto brokoli, atau bayam. Vitamin K membantu pembekuan darah, sehingga melawan efek dari obat warfarin. Efek yang sebaliknya terjadi dengan vitamin E, bawang dan bawang putih, karena bahan-bahan ini menghaslkan efek yang mirip dengan efek warfarin. Konsumsi dalam jumlah besar dari makanan ini dapat menyebabkan efek warfarin menjadi terlalu kuat.

 Bagaimana jika saya tidak dibolehkan mengkonsumsi makanan favorit saya ?

 Jika dokter atau apoteker menyarankan anda untuk menghindari makanan tertentu saat menggunakan obat, sangat penting bagi anda untuk menghindari makanan tersebut. Tetapi pilihan lain masih tetap tersedia. Jika anda ada dalam situasi seperti ini, sampaikan masalah ini pada dokter atau apoteker anda. Beberapa interaksi makanan dan obat terjadi hanya jika makanan dimakan pada saat yang sama dengan obat. Anda mungkin saja membuat skedul yang memungkinkan anda menggunakan obat sambil terus mengkonsumsi makanan favorit anda. Contohnya, beberapa obat penurun kolesterol yang dikenal sebagai statin, dapat berinteraksi dengan jus grapefruit. Akan tetapi tidak semua statin memiliki efek seperti ini, dokter anda dapat mengalihkan obat anda ke salah satu dari obat tersebut. Sayangnya, untuk  beberapa obat tertentu, anda perlu menghentikan mengkonsumsi makanan tertentu agar obat anda memberikan manfaat terbaik terhadap kesehatan anda.

 Bagaimana saya mengetahui jika suatu makanan tertentu aman dikonsumsi?

 Untungnya, jumlah interaksi makanan dan obat yang memberikan efek berbahaya sedikit. Meskipun begitu, agar aman, anda harus hati-hati membaca label semua obat yang anda gunakan untuk mengecek interaksinya. Selalulah bicarakan dengan dokter atau apoteker anda tentang makanan ( obat ) yang diketahui berinteraksi. Selain itu, jika obat anda terlihat tidak menghasilkan efek yang diharapkan, atau jika anda mengalami efek samping yang tidak diharapkan, evaluasi diet/ makanan anda dengan dokter atau apoteker untuk mengetahui kemungkinan adanya interaksi obat – makanan.

MENGENAL PROFESI APOTEKER ( BAGIAN 2 )

Seperti yang disampaikan pada tulisan sebelumnya, bahwa sebelum menyandang gelar profesi apoteker, calon apoteker wajib melafalkan sumpah yang disaksikan oleh pemuka agama sesuai dengan agama yang dia anut. Berikut lafal Sumpah tersebut :

 SUMPAH APOTEKER

  1. Saya bersumpah/ berjanji akan membaktikan hidup saya guna kepentingan perikemanusiaan terutama dalam bidang kesehatan
  2. Saya akan merahasiakan segala sesuatu yang saya ketahui karena pekerjaan saya dan keilmuan saya sebagai apoteker
  3. Sekalipun diancam, saya tidak akan mempergunakan pengetahuan kefarmasian saya untuk sesuatu yang bertentangan dengan hukum perikemanusiaan
  4. Saya akan menjalankan tugas saya dengan sebaik-baiknya sesuai dengan martabat dan tradisi luhur jabatan kefarmasian
  5. Dalam menunaikan kewajiban saya, saya akan berikhtiar dengan sungguh-sungguh supaya tidak terpengaruh oleh pertimbangan keagamaan, kebangsaan, kesukuan, kepartaian, atau kedudukan sosial
  6. Saya ikrar sumpah/ janji ini dengan sungguh-sungguh dengan penuh keinsyafan

 Dari sumpah tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa profesi ini hadir guna membaktikan dirinya dalam bidang kesehatan pada umumnya dan farmasi khususnya untuk kepentingan kemanusiaan. Kepentingan kemanusiaan di sini tentu saja bagaimana profesi ini mampu memberikan jaminan bahwa mereka memberikan pelayanan, arahan atau bimbingan terhadap masyarakat agar mereka dapat menggunakan sediaan farmasi secara benar. Sediaan farmasi terutama obat bukanlah zat atau bahan yang begitu saja aman digunakan. tanpa keterlibatan tenaga profesional. Di Amerika Serikat saja yang bidang kesehatannya termasuk farmasi sudah sangat maju, pada tahun 2002 obat dilaporkan sebagai penyebab kematian nomor tujuh melampaui kematian yang disebabkan oleh kecelakaan kendaraan, bunuh diri, bahkan HIV/ AIDS.

Idealnya ketika masyarakat menemukan permasalahan-permasalahan yang terkait dengan obat, maka apoteker adalah profesi yang paling tepat untuk dimintai jawaban. Analoginya adalah sebagai berikut : ketika masyarakat ingin mencari pemecahan masalah keluarga, maka mereka bisa berkonsultasi dengan seorang psikolog; saat mereka memiliki masalah yang berkaitan dengan hukum, profesi yang tepat untuk dimintai solusinya adalah pengacara ; manakala mereka mempunyai persoalan tentang jual beli rumah, yang pas adalah pergi ke notaris, ketika mereka ingin berkonsultasi tentang penyakit, tentunya dokter merupakan profesi yang paling tepat, dan jika permasalahan tersebut terkait dengan obat, tentunya apotekerlah profesi yang paling pas untuk memberikan solusinya.

BAGAIMANA CARA OBAT BEKERJA DALAM MENYEMBUHKAN PENYAKIT

Sebelum kita membahas tentang cara suatu obat bisa menyembuhkan penyakit, terlebih dahulu kita akan membahas sedikit tentang penyakit. Secara garis besar, penyakit dapat dikelompokkan ke dalam :

  1. Penyakit infeksi **** yakni penyakit yang terjadi karena adanya infeksi atau serangan makhluk hidup yang biasa kita kenal dengan kuman di dalam tubuh kita. Karena penyebabnya adalah makhluk hidup, maka tingkat keparahannya sangat ditentukan oleh ganas atau tidaknya serta jumlah dari kuman ini . Kuman bisa berkembang biak dengan cara dan kecepatan yang menakjubkan ( dalam hitungan jam ) . Jika tidak ada upaya yang dilakukan untuk membasmi kuman ini dari tubuh, maka jumlah mereka yang semakin banyak akibat berkembang biak, akan memperparah penyakit. Kuman sendiri bisa dikelompokkan menjadi beberapa golongan, antara lain bakteri, virus, jamur, dan parasit. Contoh penyakit infeksi antara lain hepatitis, TBC, infeksi saluran kencing, dan lain-lain.
  2. Penyakit non infeksi **** yaitu penyakit yang tidak berkaitan dengan kuman. Walaupun beberapa penyakit ini bisa diawali oleh infeksi kuman. Contohnya infeksi kuman pada hati menyebabkan hati menjadi rusak. Rusaknya hati ini berakibat pada terganggunya fungsi hati pada periode selanjutnya walaupun kuman penyebab awalnya telah dimusnahkan. Penyakit non infeksi adalah penyakit yang berkaitan dengan gangguan fungsi normal dari tubuh. Misalnya kerusakan ginjal, jantung, hipertensi, dan lain sebagainya. Penyebabnya bisa bermacam-macam seperti trauma ( kecelakaan ), kurang minum ( gangguan ginjal ), keracunan obat atau bahan kimia ( ginjal, hati, paru-paru ), dan sebagainya.

Salah satu tujuan utama dari penggunaan obat adalah untuk menyembuhkan penyakit. Mengacu kepada jenis penyak di atas maka tentu saja obat bisa dikelompokkan ke dalam dua golongan tersebut, yakni :

  • Obat untuk penyakit infeksi **** Tujuan dari pemakaian obat ini adalah untuk membunuh kuman/ infektan sebagai penyebab penyakit. Kelompok obat ini dikenal dengan antiinfeksi/ antibiotik. Antibiotik yang ideal adalah obat yang secara spesifik hanya bekerja membunuh kuman tanpa mempengaruhi fungsi tubuh manusia tempat kuman hidup. Dengan terbunuhnya kuman maka perkembangan penyakit akan terhenti dan proses penyembuhan akan cepat. Karena yang dihadapi oleh obat ini adalah makhluk hidup yang bisa berkembang biak, maka kerja obat akan berpacu dengan kemampuan hidup dan berkembang biaknya kuman. Sehingga hal yang sangat penting diperhatikan dalam menggunakan obat antibiotik adalah jangan sampai terlewatkan dosisnya. Misalnya ketika kita lupa minum obat yang seharusnya tiap 12 jam menjadi tiap 24 jam, maka dalam waktu 12 jam kekosongan obat dalam tubuh, kuman bisa berkembang biak menjadi lebih banyak. Hal yang sama bisa juga terjadi ketika kita minum obat kurang dari dosis yang seharusnya. Misalkan dosis ampuhnya obat 500 miligram ( berdasarkan hasil penelitan ), jika kita hanya minum 250 miligram tentu saja tidak efektif. Contoh obat kelompok ini adalah amoksisilin, ampisilin, eritromisin, siprofloksasin, etambutol, asiklovir, dan lain-lain.
  • Obat untuk penyakit non infeksi **** Obat ini bekerja dengan jalan mengembalikan fungsi normal dari organ tubuh yang terganggu. Misalnya ketika  terjadi gangguan dalam fungsi ginjal, maka obat akan bekerja dengan memperbaiki gangguan tersebut. Kalau pada penyakit infeksi, perkembangan penyakitnya bisa sangat cepat, maka penyakit non infeksi berkembangannya tidak secepat itu. Walaupun begitu, kepatuhan dalam meminum obat ini tetap diperlukan terutama untuk penyakit-penyakit tertentu sepertu hipertensi, diabetes, jantung, dan lain-lain. Contoh obatnya adalah glibenklamid, captopril, nifedipin, paracetamol, aspirin, dan lain-lain.

EFEK YANG DAPAT DITIMBULKAN OLEH SUATU OBAT

Ketika kita menggunakan suatu obat, tentunya yang kita harapkan adalah kesembuhan. Sembuh dari penyakit baik penyakit infeksi ataupun yang bukan penyakit infeksi. Efek menyembuhkan yang diharapkan dari obat ini disebut dengan efek terapi atau efek utama dari obat. Pertanyaannya adalah apakah obat hanya memiliki efek terapi ? Jawabannya tentu tidak. Kita sering mendengar bahwa banyak masyarakat yang takut untuk menggunakan obat kimia karena memiliki efek samping. Efek samping ini juga merupakan efek lain yang bisa ditimbulkan oleh obat. Efek obat bisa kita jelaskan sebagai berikut :

  • Efek terapi/ efek utama**** Efek ini adalah efek yang diharapkan dari suatu obat. Misalnya paracetamol dengan dosis 500 mg dapat menurunkan panas tubuh orang dewasa atau pada dosis yang lebih kecil untuk anak-anak. Glibenklamid memberikan efek terapi menurunkan kadar gula pada penderita diabetes. Satu obat bisa memiliki beberapa khasiat/ efek terapi. Misalnya parasetamol disamping menurunkan panas badan, juga berefek meredakan rasa nyeri seperti sakit kepala atau gigi. Amlodipin bisa digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi dan angina.
  • Efek toksik **** Toksik berarti racun. Berefek toksik artinya obat bisa menyebabkan keracunan. Dalam dunia farmasi dan kedokteran, beda antara obat dan racun ada pada dosis. Jika obat digunakan pada dosis yang melebihi dosis terapinya, obat tersebut akan berefek sebagai racun. Obat bisa menyebabkan keracunan pada berbagai anggota tubuh terutama anggota tubuh yang banyak dilewati oleh aliran darah. Contonya adalah ginjal ( oleh obat cefalexin, cisplatin, gentamisin ); hati ( contoh obat parasetamol, isoniazid, clorpromazin ); paru-paru ( cth obat amiodaron, bleomisin ); system reproduksi ( cth obat kanker bisa menimbulkan fertilitas pada pria ); dan lain-lain.
  • Efek samping **** Kalau efek toksik terjadi pada dosis tinggi, maka efek samping biasanya terjadi pada dosis terapi. Tingkat kejadian efek samping ini sangat bervariasi antara satu obat dengan obat lainnya. Efek samping ini juga tidak dialami oleh semua orang karena masing-masing orang memiliki kepekaan dan kemampuan untuk mengatasi efek ini secara berbeda-beda. Efek samping suatu obat bisa lebih banyak dibandingkan efek terapinya. Contohnya adalah amlodipin ( obat tekanan darah tingg ). Efek samping yang umum terjadi adalah jantung berdebar ( sampai 4,5% ), nyeri perut ( 1.6% ), mual ( 2.9% ), sakit kepala ( 7.3% ), lemas ( 4.5% ), dan lain-lain. Persentase dalam tanda kurung menunjukkan jumlah kejadian. Tidak selamanya efek samping ini merugikan. Pada kondisi tertentu efek ini bisa dimanfaatkan. Misalnya efek mengantuk akibat obat antihistamin bermanfaat pada anak yang sedang batuk flue agar bisa beristirahat dengan baik. Efek samping ini bisa diperkirakan, tetapi ada juga yang tidak seperti reaksi alergi. Ada beberapa kejadian dimana orang melepuh tubuhnya setelah menggunakan obat. Ini adalah salah satu contoh efek yang tidak bisa diprediksi atau diperkirakan.

Sebagai pengguna obat. Kita sebaiknya memahami berbagai efek yang bisa ditimbulkan oleh obat yang sedang kita gunakan. Baik efek terapi, efek toksik dan juga efek sampingnya. Pemahaman ini sangat diperlukan agar kita bisa lebih waspada terhadap segala kemungkinan yang bisa terjadi. Informasi ini bisa diperoleh dari dokter, apoteker atau sumber-sumber lainnya.

PROSES YANG HARUS DILALUI SUATU OBAT SAMPAI BISA DIGUNAKAN KONSUMEN/PASIEN

Ketika seorang anak menderita demam/panas, kebanyakan orang tua sudah tahu bahwa mereka harus membeli obat paracetamol di apotek atau toko obat terdekat. Baik produk generiknya yang murah dan tak jarang yang memilih produk generik bermerek yang harganya bisa berkali lipat. Atau ketika merasa anaknya terkena infeksi sebagian ibu tanpa perlu ke dokter, langsung teringat obat antibiotik amoksisilin yang menurut aturannya hanya bisa dibeli di apotek ( bukan di toko obat apalagi warung biasa ). Tahukah kita bagaimana proses yang dialami oleh obat parasetamol atau amoksisilin tersebut sehingga bisa sampai ke tangan pasien/konsumen?

 

Sebelum suatu bahan obat bisa digunakan oleh manusia dalam upaya penyembuhan penyakitnya, bahan tersebut harus melewati serangkaian tahap penelitian dan pengujian yang panjang. Kemajuan dalam teknik pengembangan obat telah mempersingkat waktu penemuan obat baru. Dari sebuah sumber saat ini di Amerika rata-rata waktu yang diperlukan untuk menghasilkan sebuah obat baru adalah sembilan tahun. Secara singkat tahap-tahap tersebut adalah sebagai berikut :

  • Pengujian yang disebut tahap pengujian in vitro **** Memerlukan waktu rata-rata 2 tahun. Pengujian ini dilakukan di luar tubuh makhluk hidup. Bertujuan untuk mengetahui apakah suatu zat punya potensi sebagai bahan obat.
  • Pengujian terhadap hewan **** Waktu yang diperlukan rata-rata dua tahun. Tujuannya adalah untuk mengetahui apakah bahan obat tadi memiliki efek jika diberikan kepada makhluk hidup. Hewan dipilih untuk menghindari efek berbahaya yang mungkin bisa ditimbulkan oleh calon obat jika langsung diujikan kepada manusia. Jika dari uji ini diketahui calon obat berkhasiat misalnya dapat menurunkan tekanan darah dan tidak memiliki efek berbahaya, maka calon obat ini bisa diloloskan ke dalam tahap pengujian selanjutanya.
  • Pengujian terhadap manusia **** Memerlukan waktu rata-rata 4 tahun. Calon obat yang telah diyakini memiliki khasiat dan tidak berbahaya pada hewan percobaan, maka tehap selanjutnya calon obat langsung diujikan kepada manusia. Tujuannya adalah untuk mengetahui khasiat obat pada manusia dan mencari dosis yang sesuai serta mempelajari efek-efek lain yang mungkin timbul. Manusia yang dilibatkan sebagai sukarelawan adalah orang yang sehat, penderita penyakit yang dituju dari obat dengan jumlah yang bervariasi mulai dari puluhan sampai ribuan orang. Setelah terbukti berkhasiat dan efektif pada manusia maka obat bisa diloloskan untuk diproduksi dan dijual ke masyarakat.
  • Pendaftaran paten **** Berupa pendaftaran calon obat kepada institusi yang berwenang agar obat diizinkan untuk bisa diedarkan  ke masyarakat. Memerlukan waktu rata-rata setahun. Setelah izin diperoleh, maka penemu akan memegang hak paten selama 20 tahun untuk memasarkan obat tersebut. Setelah masa itu baru pihak lain bisa memproduksi obat tersebut dengan nama generik bermerek yang berbeda-beda.

 

OBAT GENERIK DAN OBAT PATEN, sama atau berbedakah ??

Beberapa tahun yang lalu ketika saya masih bekerja di apotek, sering saya jumpai pasien yang sangat fanatik dengan satu nama obat tertentu. Beberapa dari mereka terkadang telah mendatangi 3,4 atau 5 buah apotek hanya untuk mencari obat dengan nama yang sesuai/ persis dengan yang tertera di dalam resep mereka. Sebagai mana kita ketahui bahwa obat yang tertulis di resep lebih banyak dalam nama dagangnya dibandingkan nama generiknya. Kerena saya berprofesi sebagai seorang apoteker/ farmasis yang memang memfokuskan diri untuk menggeluti tentang obat, terkadang saya merasa prihatin dengan apa yang sebagian pasien/konsumen obat alami tersebut. Rasa prihatin saya timbul karena seharusnya pasien tersebut tidak perlu melakukan itu. Mereka tidak mutlak harus menggunakan obat dengan nama yang persis sama dengan yang ada di resep. Saya dan teman-teman lain yang bekerja di apotek bukannya diam saja, melainkan kami selalu menyikapi kondisi ini dengan memberikan informasi kepada pasien tersebut sebagai mana seharusnya. Sebagian pasien bisa menerima, sebagian lain tidak. Saya berupaya untuk berbaik sangka, barang kali mereka bersikap seperti itu karena belum memahami dengan paripurna tentang obat yang sedang mereka gunakan.

 

Kejadian seperti di atas semestinya tidak perlu terjadi jika seluruh pengguna obat memahami dan mengenal obat dengan baik. Salah satu cara mengelompokkan obat yakni dari nama obat tersebut dijual di pasaran. Obat dapat dikelompokkan ke dalam obat generik, obat bermerek. Obat bermerek ini bisa dibedakan lagi menjadi generik bermerek dan orisinil.

  • Obat bermerek orisinil **** Untuk lebih mudahnya kita sampaikan dalam contoh berikut. Amoksisilin 500 mg adalah obat yang dikenal sangat luas oleh masyarakat. Obat ini pertama kali diproduksi oleh penemu pertamanya dengan nama Amoxil ( nama patennya ). Sesuai dengan peraturan tentang paten khususnya dalam bidang farmasi, dalam jangka waktu tertentu ( misalnya selama 20 tahun ), amoksisilin dengan nama Amoxil ini saja yang bisa dipasarkan ke masyarakat. Ini tentunya merupakan upaya untuk menghargai hak cipta bagi penemu yang memang telah mengeluarkan upaya yang sangat besar untuk menemukan obat tersebut baik waktu, tenaga dan biaya. Dengan perlindungan seperti itu diharapkan modal yang dikeluarkan dalam upaya menemukan obat tadi bisa kembali ditambah dengan keuntungan tentunya. Amoxil ini yang kita sebut obat bermerek orisinil atau paten.
  • Obat generik bermerek **** berdasarkan pengalaman saya selama ini, yang dianggap obat paten oleh masyarakat kebanyakan adalah obat generic bermerek ini. Memang nama obat tersebut adalah nama paten mereka masing-masing. Tapi ada yang agak kurang pas dipahami oleh sebagian orang bahwa terkadang mereka menganggap bahwa paten artinya poten atau ampuh. Contoh obat dalam kategori ini yang paling banyak. Kita ambil contuh amoksisilin 500 mg tadi. Setelah masa hak patennya habis ( umpamanya setelah 20 tahun ), maka pabrik manapun bisa membuat produk obat yang mengandung amoksisilin tadi. Mungkin karena obat ini sangat banyak dibutuhkan, maka di Indonesia produk obat dengan kandungan amoksisilin ini diproduksi oleh banyak pabrik. Ada lebih dari sepuluh obat yang mengandung amoksisilin dengan dosis yang sama, misalnya amoxsan, kalmoxilin, kimoxil, dan lain sebagainya. Ditinjau dari segi khasiat, karena obat yang dikandung dan dosisnya sama, tentunya khasiatnya akan sama pula. Indonesia memiliki sekitar 200 san pabrik obat dengan jumlah obat yang beredar sekitar 16 ribuan merek.
  • Obat generik **** Kelompok obat ini terkadang masih dipandang sebelah mata oleh sebagian masyarakat. Harganya yang murah sering membuat orang ragu akan khasiatnya. Obat generik adalah obat yang dijual dengan nama sesuai dengan nama obat yang dikandungnya. Contonya adalah Amoksisilin dijual juga dengan nama amoksisilin. Produk dengan nama generik inipun diproduksi oleh lebih dari satu pabrik obat. Hukum pasar akan berlaku, ada permintaan maka akan ada suplai. Selagi obat tersebut bakal laku, maka pabrik tentu akan semangat untuk memproduksinya. Berbeda dengan dua kelompok sebelumnya, obat generik mendapat subsidi dari pemerintah sehingga harga penjualannya bisa lebih murah ( harga penjualannya juga diatur pemerintah ). Tantang khasiat selagi kandungan obatnya sama, maka khasiatnya tentunya sama pula.

 

Untuk harga obat pada dua kelompok pertama diserahkan kepada pabrik produsennya sehingga terkadang terdapat variasi harga yang jukup mencolok baik antara sesama produk obat bermerek terlebih lagi jika dibandingkan dengan obat generik. Kalau kita urutkan, maka yang paling mahal adalah obat bermerek orisinil, diikuti oleh generik bermerek dan yang paling murah adalah obat generik. Terkadang harga obat generik bisa mencapai seperlima atau bahkan ada yang sepersepuluh obat bermerek. Suatu perbandingan harga yang menurut saya sangat tidak wajar. Benar kata iklan layanan masyarakat yang disampaikan oleh pemeritah “ yang penting dalam menggunakan obat adalah kandungan obatnya, bukan mereknya “.

« Older entries

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.