EFEK YANG DAPAT DITIMBULKAN OLEH SUATU OBAT

Ketika kita menggunakan suatu obat, tentunya yang kita harapkan adalah kesembuhan. Sembuh dari penyakit baik penyakit infeksi ataupun yang bukan penyakit infeksi. Efek menyembuhkan yang diharapkan dari obat ini disebut dengan efek terapi atau efek utama dari obat. Pertanyaannya adalah apakah obat hanya memiliki efek terapi ? Jawabannya tentu tidak. Kita sering mendengar bahwa banyak masyarakat yang takut untuk menggunakan obat kimia karena memiliki efek samping. Efek samping ini juga merupakan efek lain yang bisa ditimbulkan oleh obat. Efek obat bisa kita jelaskan sebagai berikut :

  • Efek terapi/ efek utama**** Efek ini adalah efek yang diharapkan dari suatu obat. Misalnya paracetamol dengan dosis 500 mg dapat menurunkan panas tubuh orang dewasa atau pada dosis yang lebih kecil untuk anak-anak. Glibenklamid memberikan efek terapi menurunkan kadar gula pada penderita diabetes. Satu obat bisa memiliki beberapa khasiat/ efek terapi. Misalnya parasetamol disamping menurunkan panas badan, juga berefek meredakan rasa nyeri seperti sakit kepala atau gigi. Amlodipin bisa digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi dan angina.
  • Efek toksik **** Toksik berarti racun. Berefek toksik artinya obat bisa menyebabkan keracunan. Dalam dunia farmasi dan kedokteran, beda antara obat dan racun ada pada dosis. Jika obat digunakan pada dosis yang melebihi dosis terapinya, obat tersebut akan berefek sebagai racun. Obat bisa menyebabkan keracunan pada berbagai anggota tubuh terutama anggota tubuh yang banyak dilewati oleh aliran darah. Contonya adalah ginjal ( oleh obat cefalexin, cisplatin, gentamisin ); hati ( contoh obat parasetamol, isoniazid, clorpromazin ); paru-paru ( cth obat amiodaron, bleomisin ); system reproduksi ( cth obat kanker bisa menimbulkan fertilitas pada pria ); dan lain-lain.
  • Efek samping **** Kalau efek toksik terjadi pada dosis tinggi, maka efek samping biasanya terjadi pada dosis terapi. Tingkat kejadian efek samping ini sangat bervariasi antara satu obat dengan obat lainnya. Efek samping ini juga tidak dialami oleh semua orang karena masing-masing orang memiliki kepekaan dan kemampuan untuk mengatasi efek ini secara berbeda-beda. Efek samping suatu obat bisa lebih banyak dibandingkan efek terapinya. Contohnya adalah amlodipin ( obat tekanan darah tingg ). Efek samping yang umum terjadi adalah jantung berdebar ( sampai 4,5% ), nyeri perut ( 1.6% ), mual ( 2.9% ), sakit kepala ( 7.3% ), lemas ( 4.5% ), dan lain-lain. Persentase dalam tanda kurung menunjukkan jumlah kejadian. Tidak selamanya efek samping ini merugikan. Pada kondisi tertentu efek ini bisa dimanfaatkan. Misalnya efek mengantuk akibat obat antihistamin bermanfaat pada anak yang sedang batuk flue agar bisa beristirahat dengan baik. Efek samping ini bisa diperkirakan, tetapi ada juga yang tidak seperti reaksi alergi. Ada beberapa kejadian dimana orang melepuh tubuhnya setelah menggunakan obat. Ini adalah salah satu contoh efek yang tidak bisa diprediksi atau diperkirakan.

Sebagai pengguna obat. Kita sebaiknya memahami berbagai efek yang bisa ditimbulkan oleh obat yang sedang kita gunakan. Baik efek terapi, efek toksik dan juga efek sampingnya. Pemahaman ini sangat diperlukan agar kita bisa lebih waspada terhadap segala kemungkinan yang bisa terjadi. Informasi ini bisa diperoleh dari dokter, apoteker atau sumber-sumber lainnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: