PROSES YANG HARUS DILALUI SUATU OBAT SAMPAI BISA DIGUNAKAN KONSUMEN/PASIEN

Ketika seorang anak menderita demam/panas, kebanyakan orang tua sudah tahu bahwa mereka harus membeli obat paracetamol di apotek atau toko obat terdekat. Baik produk generiknya yang murah dan tak jarang yang memilih produk generik bermerek yang harganya bisa berkali lipat. Atau ketika merasa anaknya terkena infeksi sebagian ibu tanpa perlu ke dokter, langsung teringat obat antibiotik amoksisilin yang menurut aturannya hanya bisa dibeli di apotek ( bukan di toko obat apalagi warung biasa ). Tahukah kita bagaimana proses yang dialami oleh obat parasetamol atau amoksisilin tersebut sehingga bisa sampai ke tangan pasien/konsumen?

 

Sebelum suatu bahan obat bisa digunakan oleh manusia dalam upaya penyembuhan penyakitnya, bahan tersebut harus melewati serangkaian tahap penelitian dan pengujian yang panjang. Kemajuan dalam teknik pengembangan obat telah mempersingkat waktu penemuan obat baru. Dari sebuah sumber saat ini di Amerika rata-rata waktu yang diperlukan untuk menghasilkan sebuah obat baru adalah sembilan tahun. Secara singkat tahap-tahap tersebut adalah sebagai berikut :

  • Pengujian yang disebut tahap pengujian in vitro **** Memerlukan waktu rata-rata 2 tahun. Pengujian ini dilakukan di luar tubuh makhluk hidup. Bertujuan untuk mengetahui apakah suatu zat punya potensi sebagai bahan obat.
  • Pengujian terhadap hewan **** Waktu yang diperlukan rata-rata dua tahun. Tujuannya adalah untuk mengetahui apakah bahan obat tadi memiliki efek jika diberikan kepada makhluk hidup. Hewan dipilih untuk menghindari efek berbahaya yang mungkin bisa ditimbulkan oleh calon obat jika langsung diujikan kepada manusia. Jika dari uji ini diketahui calon obat berkhasiat misalnya dapat menurunkan tekanan darah dan tidak memiliki efek berbahaya, maka calon obat ini bisa diloloskan ke dalam tahap pengujian selanjutanya.
  • Pengujian terhadap manusia **** Memerlukan waktu rata-rata 4 tahun. Calon obat yang telah diyakini memiliki khasiat dan tidak berbahaya pada hewan percobaan, maka tehap selanjutnya calon obat langsung diujikan kepada manusia. Tujuannya adalah untuk mengetahui khasiat obat pada manusia dan mencari dosis yang sesuai serta mempelajari efek-efek lain yang mungkin timbul. Manusia yang dilibatkan sebagai sukarelawan adalah orang yang sehat, penderita penyakit yang dituju dari obat dengan jumlah yang bervariasi mulai dari puluhan sampai ribuan orang. Setelah terbukti berkhasiat dan efektif pada manusia maka obat bisa diloloskan untuk diproduksi dan dijual ke masyarakat.
  • Pendaftaran paten **** Berupa pendaftaran calon obat kepada institusi yang berwenang agar obat diizinkan untuk bisa diedarkan  ke masyarakat. Memerlukan waktu rata-rata setahun. Setelah izin diperoleh, maka penemu akan memegang hak paten selama 20 tahun untuk memasarkan obat tersebut. Setelah masa itu baru pihak lain bisa memproduksi obat tersebut dengan nama generik bermerek yang berbeda-beda.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: