PENCEGAHAN HIPERTENSI

              Pola hidup sehat memiliki peranan yang sangat penting baik sebagai pencegahan maupun sebagai terapi awal terhadap hipertensi. Tabel berikut menjelaskan bagaimana pengaturan pola hidup berefek terhadap penurunan tekanan darah sistolik.

Modifikasi Rekomendasi Penurunan tekanan darah sistolik rata-rata
Penurunan bobot badan Pertahankan berat badan ideal ( IMT/ BMI 18, – 24,9 ) 5 – 20 mmHg/ 10 kg penurunan berat badan
Mengadopsi pendekatan diet untuk menstop hipertensi Konsumsi diet kaya dengan buah-buahan, sayuran, dan produk rendah lemak dengan kandungan lemak jenuh dan lemak total yang rendah 8 – 14 mmHg
Pembatasan asupan natrium ( seperti yang terdapat dalam ikan asin, garam dapur ) Penurunan asupan natrium sampai tidak lebih dari 100 mmol/ hari ( setara dengan 2,4 gram natrium murni atau 6 garam natrium klorida ( garam dapur ) 2 – 8 mmHg
Aktifitas fisik ( olahraga ) Melakukan aktifitas fisik aerobic rutin seperti jalan cepat ( paling kurang 30 menit/ hari, setiap hari dlam seminggu 4 – 9 mmHg
Penurunan asupan alcohol Pembatasan asupan alcohol sampai tidak lebih dari 2 kali ( 30 ml etanol ) per hari pada pria dan 15 ml pada wanita atau orang dengan ukuran badan yang lebih ringan atau kecil. ( Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia barangkali ini tidak terlalu menjadi masalah ) 2 – 4 mmHg

               Merokok adalah kebiasaan yang harus dihentikan baik dalam upaya mencegah hipertensi maupun selama pengobatan. Tingginya jumlah perokok baik akti maupun pasif menjadi masalah tersendiri bagi masyarakat Indonesia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: